Setidaknya ada delapan agenda utama liberalisasi atau kini menjadi neoliberalisasi- Mendorong pasar bebas (free market)
- Privatisasi dengan melakukan penjualan BUMN. Membuat deregulasi, yakni menghilangkan aturan yang membatasi perusahaan asing ; misalnya peraturan perusahaan asing yang dilarang mendirikan pom bensin di indonesia kini sudah di cabut
- Liberalisasi dengan membuka pasar dan menghilangkan penghalang ; seperti pajak yang membatasi ekspor dan impor
- Pengurangan peran pemerintah dalam pembangunan
- Pengurangan pajak bagi kalangan menengah ke atas
- Memotong pelayanan publik ; seperti menyerahkan perusahaan air minum kepada swasta ; privatisasi pendidikan, rumah sakit dll
- Mengurang segala bentuk subsidi barang ; seperti BBM, air, listrik, pangan dll.
Meski orang-orangnya banyak yang baru namun mereka hanya akan berjalan dalam kerangka sistem yang sudah dibentuk dan nantinya akan disempurnakan yaitu sistem noeliberalisme. Maka bisa dikatakan mesti orangnya baru tapi rezimnya tetap rezim lama yaitu rezim neoliberalisme yang tidak pro rakyat
Selama ideologi kapitalisme neoliberalisme tetap dianut di negeri ini maka pergantian pemimpin dan kabinet tidak akan memberikan perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat. Yang berganti hanya orangnya saja sedangkan ideologi dan sistemnya tidak pernah berubah. Selama ideologi dan sistemnya tidak berubah maka perubahan mendasar dan perbaikan kehidupan masyarakat secara merata tidak akan terwujud. Karena secara ideologi, kapitalisme dan keturunannya neoliberalisme memang tidak pro rakyat, melainkan pro kapitalis. Apa yang terjadi selama ini di negeri ini adalah buktinya. Masihkan kita memerlukan bukti yang lebih banyak lagi ???
<-Catatan umat manusia->
22.30



